Selasa, 15 Juni 2010

Jamu Kuat untuk Unggas

Penyakit unggas jadi momok yang menakutkan bagi para peternak unggas. Flu burung bisa jadi contoh yang paling menakutkan. Padahal, potensi pasar peternakan unggas, termasuk di Tanah Air, terbuka sangat lebar. Karena itulah, Klinik Agropolitan di Gorontalo, termotivasi untuk mengembangkan jamu sehat khusus unggas. Namanya SozoFM-3.

“Dengan jamu sehat untuk unggas, persaingan teknologi peternakan unggas jadi lebih menarik. Pasar yang diperebutkan juga sangat lebar,” tutur David Andi Purnama, staf ahli di Klinik Agropolitan sekaligus inventor suplemen tersebut.

SozoFM-3

“Nama Sozo kami ambil, agak sedikit maksa, dari kata Salvatoria yang dalam bahasa Yunani berarti penyelamat. Maksudnya, pertanian, perikanan, dan peternakan di Indonesia perlu tindakan penyelamatan,” kata David. Sementara FM merupakan singkatan dari “Formula Manggata”.

SozoFM-3 merupakan suplemen berbentuk cairan yang dikemas dalam botol tetes berukuran 10 mililiter. Suplemen ini mengandung asam amino esensial, asam lemak, vitamin, enzim, dan bakteri prebiotik. “Jamu ini diminumkan pada unggas dengan dosis 1 tetes per liter air, setiap 1–2 hari sekali, tergantung kebutuhan unggas,” jelas David. SozoFM-3 menyasar target para peternak unggas pedaging seperti ayam, bebek, dan burung puyuh.

Saat ini, kata David, sudah cukup banyak peternakan yang mengaplikasikan Sozo pada unggas-unggasnya. “Peternakannya banyak tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tapi kalau jumlahnya, belum saya survei,” tuturnya.

Manfaat

SozoFM-3 diformulasikan khusus untuk ternak unggas, untuk menjaga metabolisme tubuh mereka. Selain pengaplikasiannya yang mudah, jamu sehat ini pun menawarkan beberapa kelebihan lainnya.

“Jamu ini bisa meningkatkan kualitas hidup unggas jadi lebih baik karena metabolismenya optimal, kandang tidak berbau, efisiensi pakan 11%-25%, dan cita rasa daging lebih enak. Selain itu, ketahanannya untuk disimpan menjadikan produk jamu tetes ini dibutuhkan para peternak. Setahu kami, suplemen lain tidak bisa seperti ini,” papar David.

Menurutnya, dengan kualitas lingkungan dan kesehatan unggas yang lebih optimal, penyakit flu burung pun tidak jadi masalah bagi para peternak.

Kendala

Untuk mengembangkan Sozo, David dan timnya di Klinik Agropolitan melakukan penelitian secara intensif. “Hingga kini sudah enam tahun berjalan, sementara pengembangan pasarnya baru dua tahun,” katanya.

Kendati SozoFM-3 sudah siap dan bisa dipasarkan, masih ada kendala yang mereka hadapi untuk memasarkan temuan ini. Banyak peternak yang menilai suplemen ternak buatan lokal belum stabil. Pendapat itulah yang ingin dipatahkan oleh David. Dia malah menganggap kendala tersebut sebagai peluang, dan bangga mengakui produk yang dikembangkan dan dipasarkannya sebagai buatan dalam negeri.

“Buat saya, bila teman-teman formulator lain lebih senang menjual produk buatan luar negeri atau buatan teknologi negara maju, saya justru kebalikannya. Saya tulis di botol, produk buatan Gorontalo, Indonesia—bukan buatan Jakarta, tapi Gorontalo, provinsi yang masih belia. Saya ingin mengangkat bahwa daerah juga punya teknologi biologi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” dia menegaskan.

David melihat, Indonesia masih kalah bersaing dengan negara lain hampir di segala bidang, tak terkecuali peternakan. “Mereka (masyarakat negara lain) punya jiwa nasionalis tinggi, sementara kita malah senang pakai produk luar negeri, tidak pede dengan hasil buatan sendiri,” katanya.

Promosi

Saat ini, David sibuk mempromosikan Sozo lewat berbagai medium. “Kami promosi lewat iklan, lembaga penelitian, dan universitas. Kami juga promosi lewat simposium, dan diskusi panel untuk memberi informasi pada konsumen tentang Sozo,” katanya.

Akhir Oktober lalu, David singgah ke negeri Jiran Malaysia untuk mempromosikan produk-produk yang dikembangkannya di Klinik Agropolitan. “Saya ke Malaysia dalam rangka memenuhi undangan pengusaha lokal Malaysia yang sudah menggunakan produk kesehatan unggas kami yang lain, jamu tetes SOMAN 1,  selama 11 bulan. Dia sangat tertarik untuk memasarkannya di Malaysia,” kata David.

Hingga kini, Klinik Agropolitan sudah mengembangkan beberapa jenis produk Sozo. Selain SozoFM-3 untuk peternakan unggas, mereka juga mengembangkan SozoFM-1 untuk pertanian, SozoFM-2 untuk perikanan, dan SozoFM-4 untuk ternak sapi.

Penulis Restituta Ajeng Arjanti

1 komentar: