Menurut David Andi, formulator SFM-3 dibuat dari ekstrak dingin 18 jenis buah tropis asli Indonesia dan sari umbi manggata alias rumput teki yang mencakup 98% komposisi serta minyak ikan hiu laut dalam (deep sea squalene). Ekstrak buah-buahan dan umbi manggata itu dilakukan secara alamiah oleh bakteri Lactobacillus shirota.
Tidak seperti produk probiotik lain yang mengandung miliaran bakteri, dalam SFM-3 hanya terdapat 1,5 juta bakteri. Berdasar uji laboratorium, kata David, bakteri shirotanya berukuran lebih besar dan lebih aktif.
Dengan demikian, aktivitas enzimatisnya lebih besar. Lactobacillus berperan membantu mencerna makanan menjadi nutrisi yang lebih sederhana sehingga mudah diserap tubuh.
Sedangkan umbi manggata, dikenal sebagai herbal yang cukup banyak manfaatnya. Antara lain sebagai obat kuat, obat sakit perut, memperlancar kencing, peluruh serta pengatur haid, obat kumur, obat sakit gigi, dan juga obat borok. Di daerah Jawa, akar rumput bernama ilmiah Cyperus rotundus ini digunakan sebagai obat antikejang.
Minyak terbang yang terdapat di dalamnya dapat menghindarkan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kegunaan lainnya meliputi obat sakit dada, sakit iga, rasa sakit sewaktu haid, juga untuk obat luar, seperti luka terpukul, memar, gatal-gatal di kulit, bisul, pendarahan dan keputihan, juga bengkak akibat retensi cairan (edema). Bahkan rumput ini dipercaya pula bisa mengatasi gangguan fungsi pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan nyeri perut.
Namun di luar itu, David lebih mengambil hikmah dari sifat tumbuhan tersebut untuk dicampurkan dalam formula SFM-3. Saya sebenarnya melihat sisi bandelnya si rumput. Disemprot herbisida mati, tapi begitu tersiram hujan tumbuh lagi. Berarti ada sesuatu enzim atau hormon apapun namanya yang membuat tanaman itu bisa mengatur hidupnya dengan luar biasa, terangnya mantap.
Demikian pula pemanfaatan minyak ikan hiu laut dalam. Ikan hiu ini mampu bertahan hidup di kedalaman 400-700 meter di bawah permukaan laut yang suplai oksigennya minim serta suhu dan tekanan udaranya ekstrem. Berarti dia diberikan suatu keistimewaan oleh Tuhan Sang Maha Pencipta yaitu daya tahan yang luar biasa sehingga bisa menyerap oksigen dalam jumlah sangat sedikit ke tubuhnya untuk diubah menjadi energi. Bagaimana bisa seperti itu, itu rahasia Tuhan, kita tidak bisa jelaskan, urai pria yang SFM-3 nya meraih penghargaan Kementerian Ristek sebagai 100 Produk Inovatif Indonesia 2008. Dengan menggunakan minyak ikan hiu tersebut, lanjut David, ramuan SFM-3 mampu menangkap kandungan oksigen sekecil mungkin sehingga sewaktu berada dalam paru-paru kita, darah bisa menyerap oksigen dengan optimal untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Selain itu, pada kapiler darah kadang tertimbun kolesterol sehingga tak bisa menangkap oksigen dengan optimal. Dengan adanya squalene, oksigen akan maksimal terserap.
Jadi, cara kerja SFM-3 adalah memperbaiki sistem metabolisme tubuh, mengoptimalkan fungsi organ pencernaan, dan melancarkan peredaran darah. Sehingga darah mampu mengangkut nutrisi makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.
Dengan demikian proses regenerasi sel lebih cepat dan konstan, dan akhirnya kekebalan tubuh akan meningkat. Jadi bukan SFM-3 yang mengobati penyakit, melainkan fungsi antibodi sebagai proteksi tubuh yang Tuhan sudah ciptakan berfungsi normal kembali, sehingga segala macam gangguan kesehatan dalam tubuh akan dapat dipulihkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar